
Terletak di jantung kota Brittany, hanya beberapa kilometer dari Mont Saint-Michel yang ikonik, Château de la Ballue Maze berdiri sebagai bukti menakjubkan seni desain taman. Mahakarya hidup ini bukan sekedar labirin—ini adalah perjalanan melintasi waktu, tempat tanaman hijau merangkai kisah kreativitas dan sejarah. Dari saat Anda melangkah melewati gerbangnya, Anda akan terpesona oleh jalan yang rumit dan keajaiban atraksi unik ini.

Labirin Château de la Ballue, juga dikenal sebagai “labirin hijau”, dibuat dari lebih dari 1.500 pohon yew, menjadikannya contoh seni topiary yang mencolok. Pepohonan hijau ini, yang dibentuk secara cermat menjadi bentuk geometris, menciptakan jaringan padat dan berkelok-kelok yang menantang pengunjung untuk tenggelam dalam cara terbaik. Desain labirin ini mengambil inspirasi dari sketsa Le Corbusier, memadukan geometri modernis dengan simbolisme klasik untuk membentuk ruang yang terasa abadi dan inovatif. Tidak seperti labirin biasa, labirin ini bukan hanya tentang menemukan jalan keluar—ini adalah jalur awal yang dipenuhi dengan 13 kejutan menyenangkan, mulai dari ruangan misterius hingga hutan musik dan bahkan teater hijau.

Sejarah Labirin Château de la Ballue menambah daya tariknya. Taman di sekitar château dibangun pada abad ke-17 namun diabaikan selama beberapa dekade dan berubah menjadi padang rumput liar. Pada tahun 1973, berkat visi editor dan arsitek futuris François Hébert-Stevens dan Paul Maymont, labirin tersebut terlahir kembali sebagai bagian dari proyek restorasi. Tujuan mereka adalah menciptakan ruang yang menggabungkan keceriaan barok dengan desain kontemporer, dan kesuksesan mereka tak terkira. Pada tahun 1999, taman, termasuk labirin, ditetapkan sebagai monumen bersejarah, sehingga memperkuat posisinya sebagai kekayaan budaya.

Mengunjungi Labirin Château de la Ballue adalah pengalaman yang berubah seiring musim. Di musim semi, bunga tulip dan bakung di sekitarnya bermekaran, menambah semburan warna pada labirin hijau. Musim gugur menyelimuti jalan setapak dengan warna-warna hangat, memancarkan cahaya mistis ke pepohonan yew. Kapan pun Anda datang, kemampuan labirin untuk memberikan kejutan tetap konstan. Anda mungkin berbelok di tikungan untuk menemukan patung tersembunyi, atau berhenti sejenak untuk mendengarkan gemerisik lembut dedaunan yang terasa seperti rahasia yang dibisikkan oleh taman itu sendiri.

Labirin ini lebih dari sekadar sorotan taman Château de la Ballue—ini adalah jantung kawasan ini. Tempat ini mengundang pengunjung dari segala usia untuk merasakan petualangan mereka, baik saat Anda berlomba ke pusat kota bersama keluarga atau berjalan-jalan santai untuk menikmati setiap detail. Pengalaman penuh di taman, termasuk labirin, memakan waktu sekitar 90 menit, memberi Anda banyak waktu untuk membenamkan diri dalam dunia yang mempesona ini. Dengan biaya masuk hanya 10,50 euro untuk dewasa (dan tiket masuk gratis untuk anak di bawah 10 tahun), ini adalah petualangan yang dapat diakses oleh semua orang.

Perhatikan artikel ini diterjemahkan dari versi bahasa Inggrisnya oleh Google Translator.
